Family

Paradox

Kau adalah pria terhormat yang pernah kumiliki

Pria tersabar

Pria kuat

Pria lucu

Pria cerdas

Pelindung dan penyayang

Namun juga pria manja

Pria yang berkelakuan seperti anak kecil

Kau lahirkan kami dalam bentuk perpecahan

Kau tinggalkan kami dalam prahara

Entah lem dan tali apa yang mampu menyatukan kami nantinya

Satu kubu terbutakan mata hatinya, lalu menyerang

Satu kubu takkan pernah mengerti tentang pengorbanan

Karena tak pernah kau didik pada mereka dengan keras

Namun kau tidur lelap dalam damai

Banyak yang datang menyambutmu, menjemputmu

Kau katakan kau mengenal semua yang datang

Mereka menunggumu diluar, mengetuk pintumu

Namun tak satupun dari kami yang melihatnya

Sedangkan aku mendengarnya

Kau katakan segala sesuatunya salah

Kau katakan bukan seperti itu kisahnya

Kau katakan akan menceritakannya padaku kelak

Disaat detik-detik menjelang tidur lelapmu

Aku memintamu untuk bertahan sedikit lebih lama

Aku berjanji menemanimu hingga penghabisan

Karena kau tahu aku mampu, dan aku memang sanggup

Namun aku tak pernah tahu kau mencintaiku

Hingga Tuhan ungkapkan memorimu tentangku

Mungkin tidur lelapmu akan mengubah segala sesuatunya disini

Atau mungkin kamilah yang harus berubah secepatnya

Jika tidak, mungkin kamilah yang akan binasa berikutnya

Hiduplah dalam hatiku

Kenangan tentangmu terekam jelas bagiku

Aku,

Salah satu dari dua saksi mata tidur lelapmu.

Dengan penuh sayang tanpa penyesalan,

Jumat Ramadhan,

Juli 2014 – Juni 1928

RS PMI Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *