Simile

Ouroboros

aahlquist123 – pinterest.com

“Kau namakan siapa dia?”

“Entahlah, tiada satu pun nama yang cocok disandangnya.”

“Ah! Jangan berlebihan.
Dia cantik. Namakan saja dia Yara.”

“Maksudmu agar dia menjadi mawar yang langka ditengah gurun pasir?”

“Salahkah?”

“Ia akan kesepian, menjadi langka tidak selamanya membanggakan.”

“Tapi menjadi langka adalah hasil dari suatu keputusan.”

“Keputusan akan hal apa?”

“Keserakahan.”

“Kau berputar-putar. Kau tak menjawab pertanyaanku.”

“Pertanyaan akan namanya?”

“Lupakan! Bawakan aku kain putih di ujung ruang.”

“Benar, dia telah dingin membiru dalam pelukanmu.”

“Kita terlalu lama berdebat tentang nama untuk nisannya,
lupa bahwa ia butuh kehangatan bumi segera.”

“Aku bahkan lupa menangisinya.”

“Aku hanya ingin ia memiliki nama untuk dibanggakan.”

“Setidaknya tunggu hingga rahimmu diangkat!”

…………………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *