Family

An Elegy

Lelaki itu turun dari mobilnya
Bergegas memasuki rumah
Semua isi rumah diserunya
Tak puas, ia bergegas membuka pintu ruanganku
Tanpa etika membuka pintu
Kemudian berdiri meradang

Pada detik pertama aku sudah tahu apa yang akan diucapnya

[Aku selalu sudah tahu apa yang ingin dibicarakannya]

“Coby mati, ya?”
Ia menatapku nanar
Aku terduduk
Menjelaskan sejelas-jelasnya
Setiap detailnya
Secara runtun
Tanpa hilang satu peristiwa pun

Tak lama aku memandangnya
Aku terhenyak
Tiadalah guna kata-kata
Ia tengah kesakitan
Sakit tak terperi

Terpancar oleh jendela jiwanya
Mata yang terluka
Mata yang kehilangan
Mata yang tengah berduka

Amarah itu telah lenyap
Berganti oleh pundak yang tak lagi tegap
Mata yang tak lagi meradang
Bibir yang bergetar lemah
Lengan yang jatuh pada sisi tubuhnya

Ya
Ia, kami, tengah berduka
Kehilangan enam anggota keluarga
Meninggalkan sekeping sesal dan trauma di sudut jiwa

“Mengapa tak dari dulu?”

Depok, 22-24 Juli 2016.

ravenslpash26.deviantart.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *